Sabtu, 24 Desember 2011

Perjalanan Udara Masa SD

Ketika melihat video ini aku jadi teringat masa2 SD dulu
Masa2 dimana sering terbang bersama Sempati Air.



Aku mulai sering terbang dengan Sempati sejak tahun 1994. Sebelumnya aku dan keluargaku biasanya naik Merpati atau Garuda (kalau kehabisan tiket, maklum sejak dulu Garuda selalu yg termahal )
Biasanya sih naik Fokker F-28. Ya biasanya ke Jogja transit di Jakarta.

Sejak 1994 keluargaku lebih sering naik Sempati dengan Fokker F-100-nya. Tahun 1995 aku lupa bulannya pokoknya liburan panjang Caturwulan kenaikan kelas (Cawu 3), ada yg masih ingat?
Itu adalah pertama kali aku naik pesawat sendiri. Saat itu aku masih duduk di bangku kelas 2 SD. Bersama kru Sempati dari Bandara Simpang Tiga Pekanbaru* aku diantar sampai ke pesawat F-100 dengan dikalungi semacam Co-Card bertuliskan "UM".



Aku disuruh tunggu dulu sampai semua penumpang naik, jadi aku yg terakhir masuk pesawat. Di pesawat aku disambut sama Mbak Pramugarinya
Trus Masnya yg nganter aku tadi ngomong2 sebentar sama Mbak Pramugarinya ya mengenai prosedur UM gitu. Trus aku dianter Mbaknya ke kursi. Sebenarnya sih tiketnya Silver Class tapi sama Mbaknya ditaruh di Gold Class yay

Ketika dianter Mbaknya itu, aku dibilangin sama Pramugari yg lain, "ih masih kecil berani ya". Aku diem aja, abis aku sendiri juga grogi saat itu
Lantas aku dipilihkan kursi Gold Class yg agak belakang. Aku dengan diam seribu bahasa sambil membawa tas punggung bergambar Satria Baja Hitam duduk di tempat duduk yg ditunjuk Mbaknya. Sebelum take off, dikasih minuman juice dulu euy.. dan sama permen seperti biasa.

Di perjalanan PKU - CGK yg berdurasi sekitar 1 jam 20 menit itu aku diajakin ngobrol sama Mbak Pramugarinya. Misalnya ke Jogja mau ngapain, tinggal dimana, sekolah dimana, dll. Aku masih ingat namanya Mbak Mifi. Tapi sayang lupa wajahnya soalnya waktu itu aku masih pemalu plus grogi jg
Yg jelas dia dah jadi Ibu2 sekarang

Pelayanan standar Gold Class pun diberikan kepadaku. Tapi yg asiknya sebelum landing, aku dikasih parfum aku lupa merknya yg jelas botolnya warna ijo. Sama dikasih makanan, tapi aku lupa makanan apa. Ya maklum udah 17 thn yg lalu sih
Sampai kelas 6 SD aku masih menyimpan parfum itu. Ga pernah kupake abis sayang, buat kenang2an aja
Pas awal masuk SMP itu terjadi sedikit keributan di rumah dimana rumah kami sering diincar maling. Akhirnya pas SMP pun aku pindah sekolah. Dan parfum itu hilang entah kemana

Cukup senang2nya sekarang masalah yg ditakutkan ternyata benar2 muncul. Aku kebingungan caranya ngurus connecting flight itu gmn. Setelah keluar dari pesawat aku ikutin aja penumpang yg lain. Lalu sampai di percabangan dimana kalau belok kiri itu Baggage Claim kalau ke kanan itu Transit. Akhirnya aku belok kanan ngikutin penumpang yang sama2 mau transit.

Setelah jalan turunan dan pintu kaca otomatis itu lalu masuklah ke ruangan yg luas. Hyaa.. mulai deh aku takut saat itu karena ramai dan bingung ini cara check-in nya gimana. Akhirnya dengan wajah pucat aku pergi ke telepon kartu magnetik. Saat itu tentunya aku belum punya HP lah..
Kutelpon ibuku tapi jawaban beliau tidak begitu membantu katanya cari counter Sempati bagi yg mau ke Jogja. Dan ada disitu ada beberapa counter Sempati yang tujuannya ke Jogja . Jadi bingung trus seolah2 frustasi.

Akhirnya datang Mas2 dari kejauhan karena melihat saya masih memakai kalung UM. Ditanyanya mau kemana trus dia minta tiketnya. Akhirnya aku diantar ke counter. Hah aman deh.. setelah naik tangga dan menuju ruang tunggu itu ga begitu susah sih, aku sendiri udah biasa sebelumnya pergi dengan ortuku. Tapi Masnya masih membantu mengantar sampai ke ruang tunggu.

Ya disana aku menunggu hampir 1 jam dengan cengar cengir aja diliatin orang. Mungkin kelihatan aneh kali ya anak kecil pake kalung tulisannya UM. Setelah Boarding dah aman lah seperti biasa.
Hmm.. perjalanan CGK - JOG sepertinya ga ada yg istimewa. Malah aku ditaruh di Silver Class

Ya begitulah ceritanya. Btw, Bandara Sultan Syarif Kasim II ini ruang tunggunya ga efisien ya. Penumpang naik dulu ke lantai 2 pas boarding turun lagi
2 hal yg ga kusuka dari pesawat Fokker terutama yg jet.
Pertama dibuntutnya ada katup sepertinya rem udara ya itu? Tapi kalau katup tersebut terbuka keluarlah uap panas. Jadi di bandara PKU itu pas pesawatnya menuju landasan pacu pas membelakangi penonton di anjungan pengantar, kalau katupnya terbuka uap panasnya sampai membuat rambut tergerai hahah lebay..
Biasanya waktu masih TK sama ortuku diajari untuk tutup muka aja

Terus yg kedua, karena mesin jet nya terletak di ekor, maka kalau ke belakang misalnya ke WC suaranya berisik banget. Untungnya sih aku ga pernah dapat kursi yg paling belakang. Ga tahu jg kursi paling belakang itu harga tiketnya lebih murah ga ya?

Dan sekarang pesawat F-28 bisa dipajang di Taman Kyai Langgeng, Magelang. Asik bisa bernostalgia


* Sejak 2002 klo ga salah Bandara Simpang Tiga berganti nama jadi Bandara Sultan Syarif Kasim II

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Write your comment here. Please give your comment that suits for the content. Spamming will not be tolerated. Thanks.